Kritik Lionel Messi, Dani Alves: Teman Tidak Selalu Benar

0
18
berita-bola-70

Dani Alves menyusul sejumlah pemain Brasil dalam mengkritik sikap Lionel Messi. Alves memang merupakan teman dekat Messi, tetapi itu bukan berarti dia akan membiarkan La Pulga berkata seenaknya.

Usai kegagalan Argentina di Copa America 2019, Messi begitu berang dan mengecam CONMEBOL serta turnamen itu secara keseluruhan. Dia pertama kali mengkritik usai Argentina dikalahkan Brasil di semifinal, dan sekali lagi pada laga perebutan tempat ketiga melawan Chile.

Messi tidak bisa menuntaskan laga perebutan tempat ketiga itu karena dihukum kartu merah langsung di menit ke-37. Dia terlibat insiden fisik dengan Gary Medel di tepi lapangan, wasit memberi kartu merah tanpa ampun.

Salah satu komentar pedas Messi adalah saat menuding Copa America 2019 korup dan sudah disiapkan untuk Brasil. “Tidak ada keraguan, semuanya diatur untuk Brasil,” kata Messi seperti dilansir GoalInternational.

Komentar Messi itu tentu menuai kecaman. Pelatih Brasil, Tite jadi salah satu yang meragukan kualitas Messi sebagai pemain top. Juga Thiago Silva, Marquinhos, dan kini Dani Alves.

“Seorang teman tidak selalu benar hanya karena dia teman. Anda bisa mengatakan itu [keluhan Messi] pada momen panas, tapi saya tetap tidak akan setuju,” kata Alves.

“Pertama-tama, dia tidak menghargai institusi seperti Selecao, menurut saya. Kedua, dia tidak menghormati sejumlah profesional yang mengabaikan banyak hal supaya mereka bisa berada di sini, berjuang menggapai mimpi.”

Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya.

Messi Salah

Lebih lanjut, Alves berharap Messi mau belajar dari kesalahan ini. Dia memahami betapa kecewanya Messi yang masih gagal mempersembahkan trofi untuk Argentina, tetapi baginya kritik Messi itu sungguh melukai banyak orang.

“Saya adalah teman yang selalu berkata jujur ketika seharusnya, dan saya kira dia salah karena mengatakan hal-hal ini,” tutup Alves.

Kabarnya, Argentina sudah melayangkan protes resmi kepada CONMEBOL. Tetapi protes Argentina itu dianggap tidak masuk akal, mengingat bukti-bukti kecurangan yang sangat lemah.

Lionel Messi kembali gagal, mungkin kegagalan itu mengaburkan penilaiannya.